APAKABARBOGOR. COM – Sehari setelah dilantik, Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo langsung bergerak memberantas lapak-lapak penjual obat terlarang di sekitar Istana Bogor.
Puluhan titik yang menjadi lokasi penjualan obat terlarang itu disasar petugas gabungan, menyusul viralnya informasi tentang warung kelontong yang dijadikan kedok untuk aktivitas ilegal tersebut di media sosial.
Kombes Eko Prasetyo menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga Kota Bogor dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak akan membiarkan penyalahgunaan narkoba bebas beredar di Kota Bogor. Jika ada aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada kami. Kami pasti akan menindaklanjutinya,” kata Kombes Eko Prasetyo kepada Bogorexpose.com, Selasa (15/1/2025).
Keberadaan warung kelontong yang berfungsi sebagai kedok ini juga mendapat perhatian serius dari Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia Kota Bogor, yang telah melayangkan laporan resmi ke berbagai instansi di Kota Bogor.
Sebelumnya, Bogorexpose mengungkap keberadaan salah satu lapak penjual obat terlarang daftar G di kawasan Kantor Kelurahan Kebon Kelapa, Bogor Tengah.
Meski sempat tutup setelah pemberitaan tersebut, aktivitas mencurigakan tetap terlihat.
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
Para pelaku diduga memiliki sistem penjagaan khusus untuk mengantisipasi kedatangan aparat.
Tidak hanya itu, para pelaku juga berupaya mengintervensi media agar menghentikan pemberitaan.
Bahkan, mereka mencoba bernegosiasi langsung dengan redaksi Bogorexpose untuk menghentikan liputan terkait aktivitas ilegal mereka.
Dari hasil investigasi, diketahui lapak-lapak penjual obat terlarang tersebar di berbagai wilayah Kota Bogor, di antaranya:
Baca Juga:
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
1. Seberang Unitex Tajur, Bogor Timur (beroperasi sore hingga malam)
2. Kios simpang Pancasan, Bogor Selatan (sering didatangi pemuda dan anak jalanan)
3. Jalan Ciheuleut, Pakuan Bogor
4. Terminal Bubulak, Bogor Barat
5. Simpang Warung Jambu
6. Jalan Baru, jalur angkot 32 (dekat rel kereta)
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
7. Simpang Pomad, lampu merah (dekat penjual es kobok)
8. Jalan Nataatmaja, Cibogor, Bogor Tengah
9. Jalan Selang RT 02 RW 06, Kelurahan Bogor Tengah
Kapolresta Bogor Kota berjanji akan terus mengawasi dan menindak tegas aktivitas ilegal ini demi melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari dampak buruk penyalahgunaan obat terlarang. (Red)










