Australia Kalang Kabut: Harga Nikel & Litium Anjlok, Industri Pertambangan Menjerit

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 27 Januari 2024 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist

Foto: Ist

APAKABARNEWS.COM – Industri pertambangan Australia menghadapi tantangan serius dengan anjloknya harga nikel dan litium.

Asosiasi Pertambangan Australia bahkan menyerukan langkah-langkah kredit pajak produksi baru dalam pertemuan tingkat tinggi dengan para menteri, mencuatkan pertanyaan apakah Indonesia memiliki andil dalam kondisi ini.

Pertemuan para menteri senior menghasilkan seruan kepada para penambang nikel dan litium untuk membatasi proyek dan meninjau tambang baru sebagai respons terhadap kemerosotan harga global.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perusahaan-perusahaan pertambangan besar, termasuk BHP dan Core Lithium, merespon dengan menghentikan proyek atau mengurangi jumlah pekerja, mencerminkan dampak dari minimnya permintaan dari produsen kendaraan listrik dan meningkatnya pasokan nikel dari Indonesia.

Neil van Drunen, Penjabat (Pj) CEO Asosiasi Perusahaan Pertambangan dan Eksplorasi (AMEC), berpendapat bahwa Australia harus mengenalkan kredit pajak produksi (PTC) sebesar 10% bagi produsen hilir.

Ini diharapkan dapat menyelamatkan lapangan kerja dan mendukung ambisi Australia sebagai pemain kunci dalam komoditas mineral kritis.

Van Drunen menyampaikan permintaannya dalam pertemuan meja bundar dengan para penambang lain yang diselenggarakan oleh Menteri Sumber Daya Federal Australia, Madeleine King, dan mitra negara bagian di Australia Barat.

Foto: Bakamla RI Tangkap 3 Kapal muatan nikel ilegal di Sulawesi Tenggara. (Dok. Bakamla)Bakamla RI Tangkap 3 Kapal muatan nikel ilegal di Sulawesi Tenggara. (Dok. Bakamla)
Foto: Bakamla RI Tangkap 3 Kapal muatan nikel ilegal di Sulawesi Tenggara. (Dok. Bakamla)
Bakamla RI Tangkap 3 Kapal muatan nikel ilegal di Sulawesi Tenggara. (Dok. Bakamla)

Ia menegaskan bahwa solusi yang tepat memerlukan kombinasi inisiatif dan bahwa PTC dapat diberlakukan pada anggaran federal berikutnya di bulan Mei, memberikan dukungan kuat pada industri, investor, dan pasar global.

Selain PTC, AMEC juga merekomendasikan beberapa langkah lain kepada pemerintah, termasuk penundaan royalti, pendanaan infrastruktur bersama, dan reformasi proses persetujuan lingkungan hidup.

Madeleine King, Menteri Sumber Daya Federal Australia, telah menyatakan dukungan pemerintah terhadap sektor ini, berkomitmen agar penambang Australia dapat bersaing dengan mineral yang lebih murah namun bermutu rendah yang diproduksi dengan cara yang kurang ramah lingkungan di luar negeri.

Harga nikel dunia sendiri turun mendekati posisi terendah dalam tiga tahun terakhir, terutama karena isu berlebihnya pasokan nikel global yang berasal dari Indonesia.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama dalam pelemahan harga nikel global, yang mencapai titik terendah sejak April 2021 pada Senin, 22 Januari 2024, dengan harga mencapai US$16.036 per ton.

International Nickel Study Group (INSG) memperkirakan bahwa harga nikel akan tetap tertekan dalam jangka pendek akibat meningkatnya surplus di pasar global dan perlambatan ekonomi global.

Harga rata-rata nikel global menurut INSG diperkirakan sebesar US$16.600 per ton pada kuartal pertama, dengan rata-rata naik menjadi US$16.813 per ton pada tahun 2024.

Berita Terkait

Persrilis.com Tawarkan Diskon Maksimal Hingga 31 Juli 2026 Untuk Perkuat Eksposur Korporasi di Era Digital
Anti Rayap di Kota Bogor: Perlindungan Penting di Kota Hujan
Komunikasi Visual Perusahaan Bertransformasi Lewat Galeri Foto Pers
Press Release Berbayar: Kunci Publikasi yang Konsisten dan Transparan di Media
Hallo.id Perkuat Peran Sebagai Media Ekonomi Dengan Konten Kebijakan Dan Tren Bisnis Terkini
Spekulasi Saham CMPP Dibantah, Manajemen Tegaskan Transparansi dan Stabilitas
Pesawat Siap, Landasan Di-Aspal: RK dan Penumpang Terjebak Marah
Batam Disiapkan Jadi Pusat Ekspor Nasional Lewat Sinergi Empat Provinsi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:26 WIB

Persrilis.com Tawarkan Diskon Maksimal Hingga 31 Juli 2026 Untuk Perkuat Eksposur Korporasi di Era Digital

Kamis, 16 April 2026 - 07:42 WIB

Anti Rayap di Kota Bogor: Perlindungan Penting di Kota Hujan

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:25 WIB

Komunikasi Visual Perusahaan Bertransformasi Lewat Galeri Foto Pers

Rabu, 20 Agustus 2025 - 07:15 WIB

Press Release Berbayar: Kunci Publikasi yang Konsisten dan Transparan di Media

Selasa, 12 Agustus 2025 - 06:48 WIB

Hallo.id Perkuat Peran Sebagai Media Ekonomi Dengan Konten Kebijakan Dan Tren Bisnis Terkini

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB

Pemandangan Alun-alun Kota Bogor di malam hari yang terang benderang dengan lampu-lampu kota, menciptakan suasana yang indah dan ramai pengunjung. Destinasi ini menjadi favorit banyak orang untuk bersantai menikmati keindahan malam di Kota Hujan.

Lifestyle

Bogor Malam Hari: Jelajah Pesona Kota Hujan Setelah Senja Tiba

Selasa, 23 Jun 2026 - 23:04 WIB

Pemandangan malam di salah satu sudut Kota Bogor yang ramai dengan aktivitas, menampilkan gemerlap lampu kota dan suasana yang hidup. Suasana ini mengajak pengunjung untuk menikmati keindahan Bogor setelah matahari terbenam.

Lifestyle

Pesona Tersembunyi Bogor: Menjelajahi Malam di Kota Hujan

Selasa, 23 Jun 2026 - 23:03 WIB