APAKABARNEWS.COM – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), melalui Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Nusa Tenggara melakukan pemantauan.
BVKBG menyebutkan adanya satu gunung api di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada pada level III atau Siaga, sedangkan tiga gunung api lainnya berstatus Waspada atau level II.
Demikian dìsampaikan oleh Kepala Balai Pemantau Gunung Api dan Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Nusa Tenggara, Zakarias Ghele Raja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari 17 gunung api aktif di Pulau Flores dan Lembata, satu gunung api sudah berstatus Siaga”.
“Dan tiganya berstatus Waspada,” kata Zakarias Ghele Raja, melalui keterangan tertulisnya,, Senin (1/1/2024).
Baca artikel lainnya di sini : Gunung Marapi di Sumatera Barat Erupsi Lagi, Petugas Sebut Dentuman Suaranya Terdengar Cukup Keras
Zakarias mengatakan, satu gunung api yang berstatus Siaga atau berada pada level III itu
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Yakni Gunung api Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur.
Status gunung ini baru dinaikkan dari level II atau Waspada pada pukul 04.00 Wita dini hari tadi.
Lihat juga konten video, di sini: Luhut Binsar Pandjaitan akan Ambil Tindakan Tegas Terkait Insiden PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel
Selanjutnya tiga gunung api yang berstatus Waspada yakni Gunung api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Inelika di Kabupaten Ngada, dan Lewotobi Perempuan di Flores Timur.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Gunung Ile Lewotolok berstatus Siaga, namun status gunung itu diturunkan pada 28 Desember 2022 menjadi Waspada.
Sementara itu Gunung Inelika yang sebelumnya berstatus Normal atau berada pada level I mengalami peningkatan status menjadi level II atau Waspada pada 4 Oktober 2023.
Kenaikan status itu didasarkan pada adanya peningkatan aktivitas kegempaan.
Yang menunjukkan kenaikan tekanan di bawah tubuh gunung itu yang dapat memicu munculnya gempa-gempa vulkanik dan erupsi freatik.
“Sedangkan kenaikan status gunung api Lewotobi Perempuan menjadi Waspada terjadi pada 17 Desember 2023 lalu,” kata Zakarias.
Dengan kenaikan status empat gunung api aktif itu, Zakarias mengatakan ada beberapa potensi bahayaarus dijauhi oleh masyarakat yakni abu vulkanik, awan panas, serta gas beracun yang keluar.
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar gunung harus menjauh dari pusat erupsi gunung atau tidak melakukan aktivitas di sekitar gunung.
Hal itu harus dilakukan karena kecepatan pergerakan magma yang secara tiba-tiba di perut bumi sangat susah diantisipasi.
“Memang pergerakan magma dari sumber magma dapat diketahui melalui frekuensi gempa vulkanik”.
“Namun kecepatan magma secara tiba-tiba itu sulit dihindari,” katanya dilansir Info Publik.***










